PERTOBATAN EKOLOGIS: SAMA (Semper Reformanda) Edisi September 2020

Download Full PDF di http://bit.ly/SAMASeptemberPrinted

Shalom..

Jaga bumi dan bumi akan menjagamu. Seperti itulah hukum alam semesta terbentuk. Manusia ada dan hidup sebagai bagian kecil dari alam semesta. Kerusakan lingkungan yang terjadi saat ini, nyatanya tidak terlepas dari kontribusi manusia. Cara manusia memperlakukan alam semesta sangat menentukan keberlangsungan biosfer dan kehidupan manusia.

Keberlangsungan alam semesta membutuhkan kesadaran manusia secara mendesak. Kesadaran spiritual untuk memperlakukan alam semesta dengan lebih baik. Tindakan-tindakan merusak lingkungan harus dipandang sebagai suatu kesalahan. Harus ada Pertobatan Ekologis agar keberlangsungan hidup manusia bisa terjamin. Manusia memang sudah selayaknya hidup selaras dengan ritme alam semesta. Bagaimanapun, manusia membutuhkan alam semesta. Topik inilah yang kami angkat sebagai isu utama di Rubrik Sorotan pada edisi kali ini: Pertobatan Ekologis.

Masih bebicara tentang pertobatan ekologis, Rubrik Opini memaparkan fakta-fakta kerusakan alam semesta dan bagaimana orang Kristen bisa mewujudkan pertobatan ekologis. Kembali kepada fungsinya sebagai pemelihara, pengelola, dan pemimpin alam semesta untuk beribadah kepada Sang Pencipta.

 

Di Rubrik Sosok, kami menghadirkan seorang anak muda inspiratif dari Pegunungan Molo, Nusa Tenggara Timur. Dicky Senda, seorang pemuda yang berinisiatif pulang ke kampung halaman, mendirikan komunitas warga bernama Lakoat Kujawas dan aktif mempromosikan pangan lokal. Ia percaya, budaya leluhurnya, seperti juga kebudayan leluhur kita di Indonesia, sangat kaya dengan berbagai pengetahuan yang selaras dengan alam.

Lalu, di Rubrik Referensi kami memilih merekomendasikan sebuah film dokumenter berjudul Semesta yang bercerita tentang tujuh sosok (tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat urban) dalam upaya mereka menjaga alam semesta.

Selamat membaca, semoga apa yang kami sajikan di edisi ini bisa membawa pencerahan kepada pembaca sekalian. Seperti cahaya matahari, semoga pertobatan ekologis di tubuh gereja, menumbuhkan harapan-harapan baru untuk keberlangsungan kehidupan.

Tuhan memberkati kita semua.

Shalom…

Redaksi Majalah SAMA

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.