Miggration and Mission (Tantangan pelayanan di dunia modern dimana jemaat berpindah dari desa ke kota)

Miggration and Mission (Tantangan pelayanan di dunia modern dimana jemaat berpindah dari desa ke kota)

Kamis, 31 Oktober 2019, Medan

Meperingati 502 Reformasi, KNLWF mengadakan seminar bertajuk Migari dan misi yang menggaet 3 narasumber ; Pdt. Dr. Martin Sinaga, Pdt. Dr. Martongo Sitinjak dan Pdt. Dr. Dorkas Daeli.

kegiataan yang di hadiri 100 peserta ini berlatar belakang layaknya suatu komunitas, jemaat yang berpindah dari desa ke kota mencari saudara/i seiman dalam suatu gereja. Persekutuan yang dimulai dari beberapa keluarga kemudian membentuk suatu jemaat kecil atau Pos Pelayanan sampai menjadi Jemaat bahkan ressort dan distrik. Namun kebiasaan lama di desa masih menjadi kenangan indah yang kadangkala ingin diterapkan di kota. Tanpa memikirkan situasi dan kondisi, perasaan dan pemahaman, pemaksaan kebiasaan dilakukan sehingga kerap membuahkan hasil yang kurang relevan.

Perpindahan dari desa ke kota ini juga membuat kota semakin plural dengan berragam latar belakang agama, budaya, sosial ekonomi, dls. Pada mulanya masing-masing masih dapat mempertahankan “apa yang dibawa” dari desa. Namun lama kelamaan, terjadi “percampuran” disana sini. Perpindahan dari satu negara ke negara lainpun dengan alasan pekerjaan, telah dimungkinkan. Generasi demi generasi mengalami perobahan cara pikir yang heterogen.

Seiring dengan perpindahan penduduk, gereja juga menata pemekaran di kota untuk memberikan pelayanan spiritualitas kepada warga jemaatnya. Iman yang dimiliki oleh warga jemaat dari tempat asalnya atau tanah kelahirannya perlu dipertahankan bahkan mengalami perkembangan sesuai dengan kemajuannya. Identitas sebagai umat Kristiani semakin diperkuat dengan berdirinya gereja-gereja di kota maupun di luar negeri. Gereja-gereja tidak sekedar melayani hal spiritualitas, namun telah memasuki ranah sekular. Suara gereja di ruang publik untuk menyikapi kondisi kekinian bertujuan membawa keadilan dan perdamaian bagi jemaatnya. Jemaat yang telah lama keluar dari negerinya dan berada di negeri asing, seharusnya lebih banyak memberikan dampak positif dan perkembangan bagi negeri asalnya. Hal tersebut diatas pun di tanggapi ke 3 narasumber

Dimana pun kita berada jadilah Pribadi kristen yang bermisi, bermisi untuk memberitakan injil = kabar keselamatan (Pdt. Dr. Martongo Sitinjak).

Bergerak bersama gerakan ilahi dari Tuhan yang merupak misi= karya Allah atas kita, tanpa mebatasi karya Allah akan berita keselamat (Pdt. Dr.Martin Sinaga)

Menjadi gereja yang berdasar namun mampu berubah untu mencapai pertumbuhan meski dengan beragam budaya (Pdt. Dr. Dorkas Daeli)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.