fbpx

Luther Study Centre (LSC) Indonesia

KN-LWF Indonesia menemukan bahwa anggota gereja menginginkan informasi lebih lanjut tentang persekutuan Lutheran dan ajaran Luther sebagai reformator gereja. KN-LWF Indonesia memiliki beberapa pertanyaan untuk direfleksikan. Apakah reformasi Luther relevan saat ini dan apakah gereja Lutheran di Indonesia masih melanjutkan reformasinya dan mentransformasi diri? Apakah arti reformasi yang dibawa Luther bagi gereja-gereja di Indonesia dan apakah Reformasi Luther digunakan untuk memperdalam dan mengembangkan iman dan spiritualitas umat gereja yang hidup dalam masyarakat multikultural?

Gereja Lutheran di Indonesia memiliki tiga Seminari Teologi utama yaitu STT-HKBP (kurang lebih 700 siswa terdaftar), STT BNKP (400 siswa terdaftar) dan STT Abdi Sabda Medan (600 siswa terdaftar). Seminari teologi tersebut menjalankan program dari tingkat sarjana hingga doktor. Selain tiga seminari utama, Seminari yang dikelola GKLI bernama STT GKLI memiliki 40 siswa, Gereja HKBP juga Sekolah Diacones (125 siswa), Sekolah Biblevrouw atau Sekolah Wanita Alkitab (90 siswa) dan Sekolah Elder Teacher (125 siswa). Ini menjadi kekuatan bagi gereja-gereja Lutheran di Indonesia untuk semakin memperlengkapi tenaga pendidik sekolah-sekolah tinggi teologi tersebut untuk lebih mendalami dan bersahabat dengan teologi Lutheran. Dengan demikian teologi Lutheran dapat menjadi bagian dalam kurikulum pengajaran di sekolah-sekolah tinggi teologi tersebut. Lutheranisme dipahami secara luas dalam sejarahnya mereformasi gereja. Perhatian utama sekarang adalah bagaimana membawa semua, termasuk pelayan gereja dan jemaat, untuk memaknai dan mengaktualisasikan diri mereka sendiri sebagai bagian dari Lutheran.

Berdasarkan beberapa refleksi pertemuan dengan para pemimpin gereja, mereka berpendapat bahwa anggota gereja Lutheran perlu mengetahui dan bangga akan diri mereka sendiri sebagai bagian dari Gereja Lutheran. Meningkatnya perkembangan doktrin-doktrin baru gereja di Indonesia sejak dua dekade terakhir menunjukkan menurunnya pengarusutamaan gereja di Indonesia. Gereja-gereja Lutheran khususnya telah kehilangan identitas mereka, sedangkan gereja-gereja baru yang diperluas ini mencampurkan doktrin-doktrin gereja yang berbeda dengan mengikuti selera jemaatnya, bukan apa yang dituntut oleh Alkitab. Jemaat gereja saat ini melihat bagaimana gereja-gereja dan liturgi mereka menyenangkan mereka tanpa melihat kembali sejarah dan latar belakang doktrin gereja-gereja itu lagi. Bahkan lebih dari itu, gereja kini menjadi komoditas bisnis bagi pemiliknya. Untuk itu, Lutheran Study Center (LSC) Indonesia ini diperlukan untuk merawat identitas gereja Lutheran Indonesia serta memperdalam ajaran Lutheran dan makna Reformasi Luther kepada anggotanya. LSC dimaksudkan sebagai wadah pengembangan jiwa bersaksi untuk memproklamasikan kabar baik. LSC juga dimaksudkan untuk menjadi milik semua gereja anggota Lutheran di Indonesia yang peduli pada pertumbuhan iman dan tindakan.

Tujuan:

Gereja-gereja anggota Lutheran memiliki lembaga untuk memperdalam dan merawat  teologi yang disebut teologi Luther, kemudian dimampukan untuk secara bersama-sama menanggapi persoalan yang ada di gereja dan masyarakat saat ini dengan peningkatan kualitas mereka dalam memahami teologi Lutheran dan bertindak secara kontekstual.

Sasaran:

  1. Menarik peneliti teologi dan akademis untuk melakukan penelitian dan menerbitkan literatur tentang Lutheranisme dalam konteks Indonesia;
  2. Menggambarkan gagasan kontekstual yang berguna untuk memperkuat identitas Lutheran di gereja anggota dan lembaga terkait;
  3. Menjadi pusat referensi publikasi dan sumber lain yang relevan

Logo Luther Study Centre (LSC) Indonesia

 

 

 

 

 

Koordinator Luther Study Centre (LSC) Indonesia

Pdt. Dedi Bakkit Tua Pardosi

 

 

 

Alamat:

Komplek Sekolah Tinggi Teologia HKBP (STT-HKBP)

Jl. Sangnawaluh No. 6 Pematangsiantar, Sumatera Utara

Indonesia. 21132

Email: lutherstudycentreid@gmail.com