LSC

Gereja Lutheran di Indonesia terus menggali identitasnya sebagai Lutheran. Walau telah banyak kegiatan bersama dilakukan untuk menampilkan identitas Lutheran, namun seakan masih kurang.

Para pendeta dan pelayan gereja masih terus mencari kekhasan dari pada ibadah atau liturgi Lutheran. Demikian juga dengan pasca Reformasi Martin Luther.

Banyak mahasiswa STT yang ingin lebih mengetahui tentang Luther dan Lutheran. Oleh karena itu, KN LWF bersama dengan mitranya yakni LCA (Lutheran Church of Australia); ELCA (Evangelical Lutheran Church in America) dan LWF Lutheran World Federation) membuka Luther Study Centre.

Diharapkan LSC ini dapat menjawab pertanyaan para pelayan dan juga akademisi (baca STT).

LSC ini bertempat di STT- HKBP. Mengapa di STT HKBP? Sebab STT HKBP berada di Pematang Siantar dan dapat terjangkau oleh STT yang berada dibawah naungan 13 gereja anggotanya.

Kini dengan didampingi oleh Professor Grahan Harm dari LCA, LSC dapat menjalankan missinya. Kini seluruh STT mengharapkan agar ada pengajaran khusus mengenai Doktrin Luther, kepada para Dosen, dan atau mahasiswa.

Gereja-gereja mendesak agar pelayan khususnya Sintua menerima pelajaran mengenai doktrin Luther.

Sasaran lain dari LSC adalah Guru Sekolah Minggu, Penatua, Guru Sekolah Gereja dan warga jemaat. Semoga LSC dapat menjadi berkat bagi gereja-gereja Lutheran di Indonesia.

Prof. Rev. Graham From LCA (Lutheran Church of Australia) visited the HKI Office in Pematangsiantar
Prof. Rev. Graham visited the Office of GKLI Church
On dinner time of his official trip, Rev. Graham took time to talk with the youth of Chruch in Tarutung