Komite Nasional Lutheran World Federation akan Tingkatkan Pelayanan dalam Pendidikan

Komite Nasional Lutheran World Federation akan Tingkatkan Pelayanan dalam Pendidikan

Ilustrasi Pendidikan
Ilustrasi Pendidikan

PEMATANGSIANTAR (SUMUT) – Komite Nasional Lutheran World Federation (KN-LWF) menyatakan akan meningkatkan pelayanan dalam pengembangan pendidikan.

“Untuk itu, kami berusaha meningkatkan mutu pendidikan sekolah dibawah naungan Lutheran kian prihatin akhir-akhir ini,” tandas Sekretaris KN-LWF Sumut, Pdt Basa Hutabarat MTh pada acara workshop digelar di Aula Pelpem GKPS Jalan Pdt Wismar Saragih, Pematangsiantar, Sumatera Utara, Jumat (24/02/2012).

Ia menerangkan visi LWF berusaha meningkatkan mutu pendidikan, sehingga generasi muda mendatang akan lebih maju. Nah mewujudkan ini, kami melakukan rapat dengan pemerhati pendidikan (education referense group) dalam setahun 2 kali. Kemudian rapat badan-badan pendidikan gereja, dan training mikrosoft dibantu dari internasional.

Selain itu, seminar pendidikan dengan menghadirkan berbagai nara sumber ahli dibidangnya seperti DR Tagor Pangaribuan. Pendidikan dalam konteks Lutheran sebagai Koordinator Pendidikan KN-LWF DR Jhon Tampil Purba, Biro Teknologi UKI Jakarta, peranan microsof word dalam pengembangan sekolah gereja, oberd Hoseanto mengenai microsoft, aplikasi jaringan pendidikan dan pengajaran.

Sementara Kabid Pendidikan Peningkatan Kualitas Sumut Edward Sinaga mengharapkan pemerintah harus memberikan perhatian terhadap sekolah-sekolah Lutheran seperti HKBP, GKPI, GKPS, HKI, BNKP, dan GKLI. “Karena lembaga ini, bagian dari program pembangunan pendidikan yang berkelanjutan,” tuturnya.

Bahkan, DR Tagor Pangaribuan dalam seminarnya mengatakan, sejak berdirinya gereja Lutheran abad ke-15, adalah upaya menciptakan pelayanan sesuai dengan kebutuhan jemaatnya.

Misalnya pelayanan pendidikan, kesehatan, ekonomi, diakonia. Hampir menyentuh seluruh aspek kehidupan sosiokultural. Bangkitkan pendidikan itu, ada 5 hal yang perlu dilakukan di sekolah, pertama evaluasi diri sekolah, kedua analisis SWOT, ketiga analisis proses, keempat managamen, dan kelima analisis sekolah dan gereja.

Portofolio sekolah perlu juga dipersiapkan demi mengakomodir amanat ibadahnya sebagai gereja reformasi sebagaimana amanat Pdt Dr Marthin Luther ‘A Noble Christian’. (MetroSiantar)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.