KNLWF Berdiakonia: “Upaya Pencegahan Virus Corona”

Teks oleh: CPdt. Chris Sianturi, STh

“Terimakasih kepada KNLWF yang telah memberikan bentuk pelayanan ke gereja-gereja, kami sangat merasakan berkat Tuhan dan merasa diperhatikan,” kata Br. Sinaga, salah seorang Penatua dari BNKP Sitabotabo

Sejak pertama kalinya kasus COVID 19 di Indonesia diumumkan oleh pemerintah pada tanggal 02 Maret lalu, jumlah warga yang positif terkena virus Corona jenis baru ini terus bertambah dari hari ke hari. Untuk menekan jumlah kasus, gereja-gereja di Indonesia mengeluarkan surat pastoral yang isinya menganjurkan umat Kristen untuk melakukan ibadah di rumah seraya mengikuti protokol dan standar operasional prosedur (SOP) yang dikeluarkan secara resmi oleh pemerintah.

Melihat perkembangan yang kian meluas, maka Komite Nasional Lutheran World Federation di Indonesia (KNLWF) mengambil bentuk pelayanan yang dapat membantu gereja-gereja di Sumatera Utara, khususnya daerah Siborongborong dan Tapanuli Utara. 

Salah satu identitas Lutheran adalah hidup gereja yang berdiakonia. Pelayanan gereja yang bersifat diakonia yang diwujudkan KNLWF di tengah-tengah pandemi yang sedang melanda dunia, secara khusus Indonesia. KN-LWF membagikan bantuan berupa hand sanitizer, beberapa buah masker, dan penyemprotan disinfektan di beberapa gereja yang merupakan anggota dari KNLWF. 

Hand sanitizer tersebut adalah produk yang dibuat sendiri di rumah oleh staff KNLWF, begitu pula dengan cairan disinfektan yang merupakan produksi rumah sebagai alternatif pencegahan Virus Corona. Pembagian ini sebagai reaksi atas kesulitan masyarakat mendapatkan hand sanitizer dan cairan desinfektan.

Sulitnya mendapatkan kedua bahan pencegahan terhadap virus corona ini menjadi catatan bagi kita tentang keterbatasan negara menghadapi bencana seperti sekarang ini. Hasil perbincangan dengan beberapa warga masyarakat dan penatua gereja menunjukkan pula bahwa distribusi informasi dan sosialisasi tentang pencegahan Virus Corona masih sangat minim. Akibatnya informasi yang diterima simpang-siur, mereka tidak tahu secara pasti bagaimana perkembangan Virus Corona di Indonesia. 

Menyikapi ini, sebagai sebuah lembaga gereja, KNLWF harus bergerak dinamis dan memberikan bantuan, secara khusus kepada gereja-gereja di daerah yang sulit dijangkau.

Beberapa gereja yang mendapatkan bantuan dari KN-LWF pada Sabtu, 28 Maret 2020, antara lain GPP (Gereja Protestan Persekutuan) Siaron dan GPP Pohan, GPKB (Gereja Punguan Kristen Batak) Sitabo dan GPKB Pohan Tonga, BNKP (Banua Niha Keriso Protestan) Sitabotabo dan BNKP Sipoholon, serta BNKP Tarutung Kota, dan GKLI (Gereja Kristen Lutheran Indonesia) Sitabo dan GKLI Tarutung. Setiap Gereja mendapatkan bantuan hand sanitizer, beberapa buah masker (dikhususkan untuk keluarga pendeta), dan penyemprotan disinfektan. 

Gereja yang mendapatkan bantuan tersebut, sangat antusias dan mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh KN-LWF. Beberapa anggota jemaat gereja tersebut dan para penatua datang menyambut kedatangan tim KNLWF. Mereka mengatakan, apa yang dilakukan KNLWF ini sangat membantu mereka dalam upaya melakukan pencegahan Covid-19.

“Terimakasih kepada KNLWF yang telah memberikan bentuk pelayanan ke gereja-gereja, kami sangat merasakan berkat Tuhan dan merasa diperhatikan,” kata Br. Sinaga, salah seorang Penatua dari BNKP Sitabotabo.

“KNLWF sangat memperhatikan kebutuhan masyarakat dengan melakukan kegiatan ini. Kami sangat tersentuh sebab tidak ada yang datang untuk menyemprot gereja kami. Kami mengucapkan terima kasih kepada KNLWF,” kata salah seorang Penatua di GKLI Sitabo.

Hal senada disampaikan Penatua dari BNKP Sipoholon, “Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada KNLWF yang telah menjadi berkat bagi gereja-gereja,” katanya.

Pembagian hand sanitizer, masker, dan penyemprotan desinfektan ini dilakukan juga pada Selasa, 31 Maret 2020 di beberapa gereja lainnya.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.