KN-LWF Mendukung Pemerintah Usut Tuntas Terorisme

KN-LWF Mendukung Pemerintah Usut Tuntas Terorisme

Ilustrasi Terorisme
Ilustrasi Terorisme

Pematangsiantar, (Analisa). Sebanyak 13 pimpinan ge­reja yang tergabung dalam Komite Nasional Lutheran World Fe­deration (KNLWF) Indonesia, mendukung pemerintah melakukan tindakan dan me­ngusut tuntas te­rorisme hingga ke akar-akarnya.

Selain itu, pimpinan gereja juga meminta pemerinta mengambil tindakan te­gas kepada seluruh aktor-aktor intelektual dan lembaga-lembaga yang mendukung maupun melalui pernyataan-pernyataan yang bernada mem­bela atau membiarkan tindakan teror di Indonesia.

Hal itu diungkapkan dalam pernyataan sikap pimpinan gereja-gereja anggota KNL­WF Indonesia, seusai rapat di aula Kantor Pusat GKPS, Ja­lan Pdt J Wismar Saragih, Kota Pematangsiantar, Selasa (15/5).

Pernyataan sikap dipimpin Ketua KNLWF, Pdt Martin Rumanja Purba bersama Pdt. Ododogo Larosa Mdiv (Ep­horus AMIN), Pdt Dr Tuhoni Telaumbanua (Ephorus BN­KP), Pdt Dr Esra Sinaga (Bis­hop GKLI), Pdt Togar S Si­ma­tupang, MTh (Ephorus GKPA), Pdt Oloan Pasaribu MTh (Bishop GKPI) diwakili Sekjen GKPI Pdt RO Sininta Hutabarat MTh, Pdt. Panulis Saguntung, MTh (Ephorus GKPM),Pdt Elson Lingga, MTh (Bishop GKPPD), Pdt. Ramses Pandiangan (Ephorus GPKB),Pdt Erwin Tambunan MTh (Bishop GPP), Pdt Manjalo Pahala Hutabarat, MM (Ephorus HKI) diwakili Sekjen Pdt Dr Batara Sihom­bing, Sekjen GKPS Pdt Paul Ulrich Munthe PhD serta Sekretaris Eksekutif KNLWF Pdt Basa dan Janri Damanik, Ridwin Purba.

Selain itu, mendesak pe­me­rintah dan DPR RI untuk mensahkan UU antiterorisme dan radikalisme. Memper­tahankan Pancasila, UUD 1945, kebinekaan dan NKRI secara maksimal dan perma­nen.

Disebutkan, Indonesia kembali berduka dengan hilangnya nyawa dan luka-luka warga negara yang tidak bersalah, akibat tindakan teror dilakukan orang-orang yang tidak berperikemanu­siaan akibat tragedi yang ditimbulkan aksi teror, pada 8 Mei 2018 di Mako Brimob, Minggu 13 Mei di Gereja GKI, GPPS, Gereja Khatolik Santa Maria Surabaya dan di Rusunawa Sidoarjo serta 14 Mei 2018 di Mapolrestabes Surabaya.

Sebagai lembaga yang menjunjung tinggi harkat dan martabat kemanusiaan, per­satuan dan kesatuan NKRI, kebinekaan, keadilan dan penegakan hukum, Pimpinan Gereja-gereja anggota Komite Nasional Lutheran World Federation atau KN LWF Indonesia terdiri dari AMIN, BNKP, GKPA, GKPI, GKPS, GKPM, GPP, GPKB, GKLI, GKPPD, HKBP, HKI dan ONKP menyatakan sikap ke­pada Pemerintah untuk mem­pertahankan Pancasila, UUD 1945, kebinekaan dan NKRI secara maksimal dan per­manen. Meminta pemerintah untuk membantu ke­luar­ga korban, khususnya anak-anak yang kehilangan sumber-sumber pembiayaan akibat korban teroris.

Diharapkan kepada umat Kristiani untuk tetap tenang dan berdoa dengan sungguh- sungguh memohon keda­ma­ian dan khidmat Tuhan dalam penyelesaian masalah ini, se­bagaimana Tuhan Yesus me­ngajarkan kasih kepada dunia ini. Menjaga kedama­ian, persaudaraan dan kerukunan seluruh warga negara Indonesia melalui tindak-tindakan konkret.

Tidak terbawa arus dalam kemarahan yang senga­ja diciptakan untuk mem­per­tajam pertikaian antaragama di Indonesia, namun tetap was­pada menyikapi ajaran-ajaran yang menebar ujaran kebencian melalui khotbah atau dakwah dan media sosial.

Pimpinan gereja-gereja anggota KNLWF mendoakan agar setiap warga negara Indonesia dijauhkan dari keingi­nan untuk menganut dan ber­pihak pada radikalisme dan tindakan teror. Mendukung ke­putusan pimpinan gereja anggota KN LWF yang mem­bentuk wadah untuk konso­lidasi dan upaya-upaya me­nangkal terorisme di Indonesia.

Kepada keluarga korban, pihaknya mengucapkan turut prihatin dan empati dalam ke­ja­dian yang menimpa ke­luarga, mengakibat­kan korban meninggal dunia dan luka-lu­ka juga mendoa­kan agar Yesus Kristus Raja Gereja memberi penghiburan dan ke­kuatan kepada keluarga yang menjadi korban aksi teror. (fhs)

Source: http://harian.analisadaily.com/sumut/news/usut-tuntas-terorisme/555462/2018/05/16

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.