Duta Besar Denmark Mengunjungi KNLWF

Kami sangat senang menerima kedatangan Yang Mulia Duta Besar Denmark untuk Indonesia, Bapak Lars Bo Larsen ke kantor kami yang sederhana ini,” ucap Pdt. Basa Hutabarat, Sekretaris Eksekutif KNLWF, saat membuka pertemuan dengan Duta Besar Lars Bo Larsen di Kantor KNLWF, Pematangsiantar, Kamis, 18 Maret 2021.

Jajaran pengurus KNLWF yang turut hadir dalam pertemuan ini adalah Pdt. Rumanja Purba (Ketua KNLWF), Pdt. Oloan Pasaribu (Bishop GKPI/Bendahara KNLWF), dan Pdt. Basa Hutabarat (Sekretaris Eksekutif KNLWF). Sementara itu, Duta Besar Lars Bo Larsen didampingi oleh tim Kedutaan Besar di Jakarta bersama pejabat kantor Konsulat Denmark di Medan.

Kunjungan Duta Besar Denmark ke kantor KNLWF di Pematangsiantar bertujuan untuk mendiskusikan isu-isu di ruang publik dan kebebasan beragama dengan Komite Nasional Lutheran World Federation di Indonesia (KNLWF). “Pemerintah Denmark menaruh perhatian yang sangat serius terhadap isu kebebasan beragama dan berkeyakinan dan kami sangat senang mendengar bahwa KNLWF dan gereja-gereja Lutheran di Indonesia juga memiliki perhatian yang sama,” ujar Larsen. Larsen menekankan bahwa gereja-gereja Lutheran di Denmark, yang merupakan 75% mendominasi populasi Denmark, mendorong negara untuk selalu konsisten untuk menghargai kebebasan beragama bagi semua orang.

KNLWF adalah organisasi persekutuan 13 gereja Lutheran yang ada di Indonesia dan bekerja dalam beberapa isu, tidak hanya masalah teologi tetapi juga persoalan-persoalan bangsa yang lain, seperti mendorong gerakan toleransi di Indonesia,” jelas Pdt. Rumanja Purba. Dalam kesempatan ini, Fernando Sihotang, Koordinator Desk HARA (Hak Asasi Manusia dan Advokasi) memaparkan beberapa program yang sudah dan sedang dijalankan oleh KNLWF, terkhusus perihal isu-isu kebebasan beragama dan berkeyakinan.

Pertemuan ini juga memdiskusikan perkembangan kawasan Danau Toba dari perspektif KNLWF yang mana pengembangan kawasan Danau Toba yang sangat intens sudah mendapat perhatian lebih pada level nasional dan juga Internasional. “Gereja anggota KNLWF tersebar sangat banyak di kawasan Danau Toba, dan pengembangan kawasan Danau Toba menjadi kawasan destinasi utama pariwisata Indonesia harus tetap memperhatikan dan tidak meninggalkan orang lokal dengan kebudayaan dan nilai-nilainya yang sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu,” jelas Pdt. Basa Hutabarat. “Kami juga sangat konsen terhadap perlindungan tanah adat di kawasan Danau Toba” tambah Pdt. Basa Hutabarat dengan tegas.

Duta Besar Larsen mengapresiasi langkah-langkah yang sudah dan sedang dilakukan oleh KNLWF untuk menanamkan nilai-nilai toleransi dan memperjuangkan kebebasan beragama. Duta Besar dan KNLWF sepakat untuk membangun komunikasi lebih lanjut terkait isu-isu kebebasan beragama dan berkeyakinan di Indonesia dalam konteks lokal dan nasional.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.