Bantuan Sembako Tali Kasih KN LWF dan LCA Bersama Sekolah Gereja Anggota Lutheran

Pematangsiantar (30/05/2020); Wabah covid-19 yang hampir  seluruh Negara-negara di dunia membawa dampak bagi hampir seluruh sendi kehidupan manusia. Virus tersebut memang tidak memberikan dampak langsung, tetapi respon terhadap Virus tersebut memberikan dampak yang lebih besar. Terkhusus pada kehidupan ekonomi sehari-hari. Hal ini terjadi karena respon terhadap penyebaran covid-19 yang paling utama adalah mengurangi kontak antar sesama manusia hingga seminimal mungkin. Hal ini berdampak sangat besar bagi perputaran ekonomi. Berhentinya perputaran ekonomi memberikan dampak yang besar terutama bagi masyarakat menengah kebawah. Karena secara ekonomi kelompok masyarakat ini tidak mempunyai simpanan yang memadai untuk menopang kehidupan sehari-hari tanpa adanya pemasukan rutin.

Hal yang sama juga terjadi untuk tenaga-tenaga pendidik terutama di sekolah-sekolah swasta. Kemampuan sekolah untuk memberikan gaji kepada tenaga pendidiknya tentu berbeda satu dengan yang lain tergantung pada kemampuan finansial masing-masing. Melihat kondisi dan situasi sekolah-sekolah yang berada di bawah gereja-gereja Lutheran yang secara finansial belum cukup mapan, maka masih diperlukan usaha untuk meringankan beban guru-guru yang mengajar di sekolah-sekolah tersebut. Untuk itulah KN LWF yang di dukung LCA (Lutheran Church of Australia ) menggelar sebuah kegiatan bertajuk Bantuan Sembako Tali Kasih bersama dengan sekolah-sekolah Lutheran (30/05/2020). Kegiatan ini berupa pemberian bantuan sembako berupa beras, gula, minyak goreng dan lain-lain yang secara langsung diberikan 257 paket sembako untuk tenaga pendidik dari 21 sekolah-sekolah yang ada di Siantar-Simalungun. Kegiatan ini dilaksanakan langsung dan mengambil lokasi di SMK Swasta GKPS 03 di Jl. Sudirman Pematangsiantar.

Untuk teknis pelaksanaan masing-masing kepala sekolah diminta untuk menyampaikan data dari tenaga pendidik dari masing-masing sekolah. Tetapi ada pengecualian untuk tenaga pendidik yang berstatus PNS maupun yang sudah memperoleh sertifikasi guru. Karena mereka-mereka ini dianggap masih memiliki kemampuan secara ekonomi untuk tetap menopang kehidupan sehari-hari. Untuk pengambilan sembakonya sendiri, kepala sekolah dari masing-masing diminta hadir ke lokasi untuk menerima bantuan. Hal ini untuk menghindarkan terjadinya kerumunan massa yang pada akhirnya rentan untuk menularkan virus covid-19. Sementara sekolah-sekolah Lutheran tidak hanya berada di Siantar-simalungun saja, maka KN LWF mengambil kebijakan. Untuk sekolah-sekolah di luar siantar simalungun akan di transfer uang untuk dibelanjakan masing-masing sekolah dan diberikan kepada tenaga pengajar masing-masing. Untuk itu masing-masing sekolah harus memberikan data guru-guru yang akan dibantu, sehingga KN LWF dapat menentukan berapa jumlah yang dikirim. Kita berharap agar pandemic ini bisa segera berkahir dan kita kembali hidup normal seperti sedia kala. Akan tetapi di masa yang sulit ini hendaknya kita dapat saling bertolong-tolongan menanggung beban kita, sehingga kita mampu untuk melewati bencana ini bersama-sama (MN/mn)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.